Jumat, 17 April 2015

ETIKA



Disarikan dari mata kuliah Bapak Ali Noviansyah
Etika
A.  Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, ethikos, berarti timbul dari kebiasaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia etika memiliki arti ilmu apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika memiliki banyak makna antara lain:
      Semangat khas kelompok tertentu, misalnya ethos kerja, kode etik kelompok profesi.
      Norma dianut setiap kelompok, yang tidak sama mengenai pandangan yang baik dan benar.
      Studi tentang prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral, sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma yang terwujud dalam berperilaku
       Membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk sejauh dapat dipahami oleh pikiran.
Terhadap etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut  pandang masing-masing pengguna :
    1. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.
    2. Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu.
    3. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. Jadi  etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional, dan terhormat.
    4. Bagi eksekutif puncak, etika berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap stakeholder (pemangku kepentingan), terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemerintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat
    5. Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu

B.   Tiga Bagian Utama Etika
Ketika kita beranjak dari pengertian dalam kamus besar bahasa indonesia bahwa etika itu sebagai ilmu apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) maka dari ilmu itu ada beberapa ilmu yang perlu untuk diketahui.
1.Meta-Etika (Studi Konsep Etika)
            Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Dalam meta-etika, tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya.
            Sebagai contoh,"Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah.“ Secara meta-etis, baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. Pertama, dari sudut pandang si anak, bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain, karena memang dunianya (dunia anak-anak) adalah bermain,  ia tidak sengaja melakukannya. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela, tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan
2. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika).
            Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

3.Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika).
            Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan, tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR), pengolahan tanah, dan masih banyak lainnya.



C.Prinsip Dalam Etika
Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality), artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga, teman, pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Kerena etika pada dasarnya tidaklah berpihak kepada siapapun dan bersikap adil dan seadil-adilnya.

D.Manfaat Etika
Ketika kita mampu menjadi pribadi yang baik dan santun dalam bergaul dalam masyarakat maka akan banyak hal yang dapat kita dapatkan dari masyarakat berupa pujian yang tak dapat kita dengarkan secara langsung. Memang walaupun kita berbuat baik dan yang terbaik pasti ada saja orang yang tidak suka dengan sikap kita yang menganggap diri kita sebagai orang yang songong atau cari perhatian, tapi tidaklah masalah. Walaupun ada pujian atau sebaliknya tapi ada hal yang banyak ketika kita mampu memanfaatkan diri kita sebagai orang yang memegang teguh etika diri. Apa itu manfaatnya?
  1. Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom; mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.
  2. Mencegah 'power tends to corrupt", Absolute power corrupts absolutely”. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan, jika kekuasaan itu absolut, penyalahgunaannyapun absolute. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. "the end justifies the means, even at all out” tujuan menghalalkan segala cara, apapun resikonya, pokoknya menang atau untung, sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas.
  3. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak
  4. Mencegah agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya

Rabu, 01 April 2015

Something

Awan Tak Satu Wujud

Awan adalah sesuatu objek yang dapat kita lihat. Dari awan banyak hal yang dapat kita mengerti hanya jika kita dapat memberikan perhatian padanya. Dari awan kita dapat belajar bahwa kehidupan juga dapat demikian. Awan terbentuk dilangit. Awan berawal tidak nampak, hanya sebuah uap air. Namun, lama-kelamaan wujudnya akan terlihat seiring berjalannya waktu. Awan berawal dari uap air yang hangatkan air. Awan kemudian terbentuk diatas langit biru. Kemudian  awan berkumpul dengan sangat tipis dilangit sana. Lama-kelamaan awan menggumpal menjadi awal putih bagaikan salju. Kemudian awan juga akan berubah menjadi awan gelap karena berjalannya waktu. Pada suatu waktu awan itu akan menjadi air. Terkadang dalam awan juga akan ada badai atau petir yang menggelegar diatas langit. Jika butiran air tersebut telah hilang maka awan pun tidak akan nampak. Namun awan akan meninggalkan pelangi saat butiran air dibiaskan oleh cahaya. Dan dia akan menghilang dari langit dan kembali  menjadi air dibawah langit.

Manusia  sama seperti awan. Lahir oleh karena kehangatan cinta. Kemudian manusia akan mempelajari banyak hal dalam hidupnya. Belajar sosial, ilmu pengetahuan, agama, dan teknologi. Manusia itu pada suatu individu tidak akan nampak dengan mudah. Butuh waktu yang cukup lama. Manusia pada suatu waktu akan mengalami yang namanya masa indah, sulit, dan masa yang tak dapat dimengerti. Namun dia akan tumbuh besar sehingga mampu menunjukkan eksistensinya dilingkungan. Manusia itu juga akan ditentukan sifatnya sebagai orang yang bagaimana, baik, jahat, buruk, bijaksana, bodoh, peduli, malas, rajin, dan sebagainya. Who know? Manusia saat menampakkan dirinya dengan sosialnya dia akan dinilai. Hendaknya memang manusia itu akan menjadi pelangi pada akhir hidupnya. Mampu memberikan keindahan walaupun dimasa hidupnya dia akan menemukan kesulitan hidup yang bergejolak dan akan terus dihadapi sampai dia meninggal. Jika kita ingin menjadi orang yang menjadi terang bagi orang lain akan sangat baik karena dapat mengubah hidupnya lebih baik atau menjadi garam yang dapat memberikan rasa sehingga tidak menjadi tawar dalam hidupnya melainkan dia dapat menikmati hidup ini.